Pages

Kakang Mbakyu Trenggalek

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 11 Oktober 2013

Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Trenggalek 2013

Hallo warga Trenggalek, ada berita baru nih. Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Trenggalek hadir lagi. Acara tahunan yang diikuti banyak pemuda/i Trenggalek ini akan dihelat mulai bulan Oktober hingga November, mulai dari pendaftaran, TM, karantina dan Grand Final.

Ada nuansa berbeda pemilihan tahun ini, yaitu Grand Final akan dilaksanakan di Pendapa. Apa sih tujuannya? Tujuannya, agar lebih dekat dengan masyarakat dan melibatkan seluruh masyarakat Trenggalek sebagai saksi penobatan Duta Wisata Kabupaten Trenggalek yang terpilih.

Bagi kamu yang berjiwa muda dan mau bergerak dalam bidang Pariwisata, ayo segera daftarkan diri kamu di Ajang Pemilihan Duta Wisata Kakang Mbakyu Kabupaten Trenggalek 2013.



Persyaratannya :

1. Putra-Putri usia 18-24 Th (sampai dengan Bulan Maret 2014)
2. Surat Keterangan Belum Menikah
3. Tinggi Badan Minimal Putra: 170cm, Putri : 165 cm proporsional
4. Berdomilisi/mempunyai KTP Kab. Trenggalek
5. Surat Ijin dari orang tua/lembaga pendidikan
6. Surat Keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter
7. Surat Keterangan bebas (pengguna, pengedar, produsen) Narkoba dari Kepolisian
8. Pas foto Ukuran 4 x 6 berwarna sebanyak 4 lembar
9. Pas foto close up dan photo seluruh badan baground putih masing-masing ukuran 4R 2 lembar
10. Memiliki talenta khusus (seni tari, MC, Vokal, Musik, Puisi, Drama)
11. Peserta wajib hadir saat pendaftaran.
12. Siap menjadi terkenal dan kontrak promosi Pariwisata Kabupaten Trenggalek.

Formulir pendaftaran dapat di ambil di Dinas Pariwisata Kabupaten Trenggalek...
Pendaftaran dibuka tanggal 10 Oktober - 8 November 2013.

Grand Final 17 Nopember 2013 di Pendapa Kabupaten Trenggalek.
Biaya pendaftaran Rp 50.000,- (dapat kaos, modul, dll)

LIKE fanpage kami : Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek ^^

(Admin/Zan)

Senin, 02 September 2013

SEJARAH BERDIRINYA TRENGGALEK

Prasasti Kamulan


Sebelum ditemukan sumber yang bersifat tertulis maka daerah itu mengalami masa prasejarah. Sedangkan di Trenggalek jaman sejarah akan ditandai dengan adanya prasasti yang pertama kalinya muncul berbentuk Prasati Kampak atau dikenal dengan namanya Perdikan Kampak. Pada jaman Prasejarah, Trenggalek telah dihuni oleh manusia dengan bukti ditemu kannya benda-benda yang merupakan hasil jaman Nirloka. Dari hasil penelitian serta lokasi benda benda prasejarah tadi dapatlah direkontruksikan, perjalanan manusia-manusia pemula di daerah Trenggalek itu dalam beberapa jalur, yaitu :



1. Jalur Pertama, dari Pacitan menuju Panggul perjalanan diteruskan ke Dongko, dari Dongko menuju ke Pule kemudian menuju ke Karangan dari sini dengan menyusuri sungai Ngasinan menuju ke Durenan.Kemudian manusia – manusia Purba Trenggalek itu melanjutkan perjalanan ke wajak daerah Tulungagung.

2. Jalur Kedua, berangkat dari Pacitan ke Panggul menuju Dongko, melalui tanjakan ngerdani turun ke daerah Kampak laju ke Gandusari, dari sini perjalanan dilanjutkan ke Tulungagung.

3. Jalur Ketiga, berangkat dari Pacitan menuju Panggul menyusuri tepi Samudra Indonesia menuju Munjungan, di teruskan ke Prigi lalu Ke Wajak.

Demikian rekontruksi perjalanan manusia – manusia pra sejarah yang berlangsung bolak balik antara Pacitan dengan Wajak. Jalur-jalur perjalanan tersebut dapat dibuktikan dengan ditemukannya artefak jaman batu besar seperti, menir, mortar, batu saji, batu dakon, palinggih batu, lumpang batu dan sebagainya. Yang kesemuanya benda benda tadi tersebar didaerah daerah bekas jalur jalur lalu lintas mereka itu. HR VAN HEEKEREN menyatakan bahwa homowajakensis (manusia purba wajak) hidup pada masa Plestosin atas, sedangkan peninggalan Pacitan berkisar antara 8.000 sampai 35.000 tahun yang lalu.Akibatnya masa megaliticum atau masa neoliticum itulah yang meliputi daerah Trenggalek purba. Satu hal yang perlu dicatat disini bahwa manusia – manusia Trenggalek pada waktu itu dapat direkontruksikan lebih tua jika dibandingkan manusia wajak dan lebih muda dibanding dengan manusia – manusia Sampung Ponorogo.

Mengingat masa itu masyarakat sudah mengenal pertanian, maka dari segi sosial, masyarakat tadi sudah mengenal struktur atau stratifikasi sosial walaupun dalam bentuk sangat sederhana. Sedangkan masalah perekonomian dan kebudayaan telah pula mereka kenal dan mereka anut serta dikerjakan oleh masyarakat pendukungnya. Berakhirnya masa prasejarah berarti mulainya masa sejarah dimana tulisan mulai dikenal pada saat itu. Untuk itu Perdikan Kampak merupakan tonggak sejarah Kabupaten Trenggalek yang tak dapat diabaikan. Lahirnya perdikan kampak ditandai dengan adanya prasasti kampak yang dibuat oleh Raja Sindok pada tahun 851 syaka atau 929 Masehi. Dari prasati itu dapat diketahui bahwa Trenggalek pada masa itu sudah memiliki daerah daerah yang mendapatkan hak otonomi atau swantara lebih jelas lagi diketengahkan bahwa Perdikan Kampak berbatasan dengan mahasamudera (Samudera Indonesia ) disebelah selatan yang pada waktu itu wilayahnya meliputi Panggul, Munjungan dan Prigi. Selanjutnya disinggung pula daerah Dawuhan yang sekarang daerah ini juga masih dapat dijumpai di Trenggalek. Setelah masa Mpu Sindok dengan melalui masa Raja Dharmawangsa lahirlah di Jawa Timur kerajaan Kahuripan yang diperintah oleh Raja Airlangga. Hanya sayangnya pada masa ini tidak banyak diketahui kesejarahannya, dikarenakan tidak ditemuinya data atau mungkin belum ditemukannya data tentang masa tersebut.

Namun tidak bisa disangkal bahwa wilayah Trenggalek termasuk dalam kawasan Kahuripan yang kemudian berkesinambungan menjadi wilayah kerajaan Kediri. Dari jaman Kediri hanya ada beberapa hal yang dapat dicatat, utamanya pada masa ini munculnya prasasti Kamulan yang terletak di Desa Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.

Bertolak dari prasasti Kamulan dapatlah diajukan suatu masa lahirnya Perdikan Kamulan. Di dalam prasasti Kamulan dicantumkan tahun pembuatannya yaitu tahun 1116 caka atau tahun 1194 masehi. Prasasti tadi dikeluarkan oleh Raja Sarweswara Trikramawataranindita Srngga

Lancana Dikwijayotunggadewa atau biasa dikenal dengan nama Kertajaya. Raja inilah yang berhasil mengusir musuh musuhnya dari daerah Katang – katang berkat bantuan rakyat Kamulan.

Berdasarkan atas prasasti inilah ditetapkan “Hari jadi Kabupaten Trenggalek pada hari” Rabu Kliwon “tanggal 31 bulan Agustus tahun 1194. Hari dan tanggal tersebut dijadikan hari jadi atau hari lahirnya Kabupaten Trenggalek berdasarkan data sejarah yang ditemui di Trenggalek, antara lain :
• Pertama : Prasejarah daerah Trenggalek menunjukkan bahwa daerah itu telah dihuni manusia, tetapi jaman ini bersifat masih nisbi sekali.
• Kedua : Prasasti Kampak tidak jelas hari dan tanggalnya kapan Prasati itu dilaksanakan isinya.
• Ketiga : Hanya Prasasti Kamulan yang memiliki informasi cukup lengkapsehingga mampulah prasastiKamulan dijadikan tonggak sejarah lahirnya Kabupaten Trenggalek secara analitis, historis, yuridis formalyang dapat dipertanggung jawabkan.
Masa Perdikan
Dalam masa perdikan ini dapat dikelompokkan dua liputan yakni :
a. Masa Perdikan Hindu.
b. Masa Perdikan Islam.

Pada masa perdikan Hindu ditemui puing – puing percandian di daerah Trenggalek serta beberapa benda – benda purbakala Hindu. Antara lain beberapa monogram seperti monogram 1330 caka atau 1408 Masehi yang terpahatkan dalam punggung arca wanita yang ditemukan di Dompyong. Arca Bhima yang ditemukan di Dukuh Ngreco desa Parakan dan kini dimuka Pendopo Kabupaten serta Arcadwarapala yang ditemukan dikaki Gunung Kambe Desa Watulimo. Penemuan tadi merupakan koleksi benda purba yang diidentifikasi pada jaman Majapahit akhir pembuatannya. Jadi jelas padamasa perdikan hindu ini Trenggalek mengalami masa Kediri sampai dengan Majapahit. Bukti lain yang memperkuat pendapat ini yaitu dengan ditemukannya ambang pintu candi dan sebuah yoni yang digali dari Desa Sukorame Kecamatan Gandusari. Disekitar pondok pesantren Hidayatul Tholab-pun banyak dijumpai puing puing percandian dan arca arca, antara lainnya dua buah kepala kala, arca ganesya dan balok – balok batu berkas percandian. Malahan dapat diperkirakan dengan jelas bahwa prasasti Kamulanpun dipendam didaerah ini. Setelah masa perdikan Hindu, datang dan berkembang Agama Islam yang menyebabkan banyak sekali perdikan perdikan Hindu yang langsung dijadikan Perdikan Islam. 

Sayang sekali mengenai jaman Islam awal ini di Trenggalek tidak ditemui informasi yang memadai. Meskipun demikian satu hal yang tak dapat dilupakan bahwa Menak Sopal perlu diangkat sebagai figur sejarah pemula penyebar Agama Islam di Trenggalek, yang banyak perhatiannya dalam bidang pertanian. Ternyata pada peninggalan kompleks makam Bagong yang sampai kini diyakini dan dipercayai masyarakat Trenggalek tentang pembuatan Dam Bagong oleh Menak Sopal, terdapat suatu bukti – bukti yang berupa makam Menak Sopal dan istrinya yang tergores pada nisannya sebuah candra sangkala. Candra Sangkala tadi berbunyi “Sirnaning Puspita Cinatur Wulan”, dengan arti sirna merupakan ungkapan dari makam, dan merupakan tempat orang meninggal maka bernilai 0 (nol). Sedangkan bunga bernilai 9 (sembilan) dan karena bunga ini berdaun mahkota empat menimbulkan kata cinatur yang nilainya 4 (empat), candra yang berarti bulan bernilai 1( satu), akibatnya angka tahun itu bila dibaca dari belakang ialah 1490 caka atau 1568 Masehi. Data tersebut mnunjukkan bahwa masuknya agama islam di Trenggalek sekitar abad XVI, pada waktu kerajaan pajang diperintah oleh Sultan Hadiwijaya. Bagaimana keadaan Trenggalek pada masa Perdikan Islam ini kurang dapat dipaparkan, seolah olah masa itu masih tertutup oleh tabir misteri yang perlu dikuakkan pada masa – masa yang akan datang.

Trenggalek awal lalu digabungkan

Sejarah Kabupaten Trenggalek memang unik, hal ini tercermin dalam periodisasinya yang pernah mengalami masa penggabungan. Periode Trenggalek awal yang mengetengahkan perkembangan dinamika Poleksosbud Trenggalek + 1830 M sampai 1932 yang dilanjutkan dengan masa Trenggalek digabungkan yang meliputi awal Proklamasi sampai Revolusi Fisik.

Trenggalek Awal
Yang dimaksud dengan Trenggalek awal ialah masa dimana patut dibedakan pemerintahan timbul tenggelam yang mengemudikan Kabupaten Trenggalek. Peristiwa sebelum 1830 yang menggoncangkan pulau jawa adalah peristiwa pembunuhan penduduk Cina di Batavia secara besar-besaran yang dilaksanakan oleh VOC pada tanggal 10 Oktober 1940 yang dikenal dengan nama perang Pacino atau geger Pacinan. Akibatnya Mas Garendi yang bergelar Sunan Kuning membantu penduduk cina dan mengadakan pemberontakan menyerang Kartasura pada 30 Juni 1742. Akibat dari pemberontakan ini Sultan Paku Buwana II terpaksa melarikan diri ke Ponorogo.

Dengan bantuan Bupati Mertodiningrat dari Ponorogo Sunan Paku Buwana II berhasil menumpas pemberontakan Mas Garendi mengakibatkan putra Bupati Mertodiningrat diangkat sebagai Bupati Trenggalek yang pertama pada tahun 1743. Bupati Trenggalek pertama inilah yang bernama Sumotruno.

Bupati Sumotruno digantikan oleh saudaranya sendiri Bupati Jayanegara yang merangkap penguasa tunggal di Sawo Ponorogo. Waktu perang Mangkubumen, penguasa Trenggalek adalah Ngabei Surengrana yang pada awalnya membantu Mas Said kemudian berganti haluan menggabungkan diri dan mengikuti jejak Sultan Hamengkubuwana I. Pada akhir peperangan Mangkubumen yang mencetuskan perjanjian Giyanti pada 13 Pebruari 1755 mengakibatkan Trenggalek dibagi menjadi dua bagian,

Bagian Timur termasuk wilayah Ngrawa dan bagian barat dan selatan termasuk Kabupaten Pacitan. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya tugu perbatasan dari batu yang terdapat didesa gayam Kecamatan Panggul. Baru pada tahun 1830 setelah Perang Diponegaran selesai, daerah Trenggalek langsung menjadi milik Belanda. Susunan tata pemerintahan pada waktu itu tidak banyak diketahui hanya dapat diperkirakan kalau tidak terlampau jauh bedanya dengan daerah – daerah wilayah Kerajaan Mataram yang lain.

Pada tahun 1942 Bupati Trenggalek Raden Tumenggung Mangkunagoro meninggal dan digantikan oleh Raden Tumenggung Aryakusuma Adinoto yang sejak awalnya menjabat sebagai Bupati Besuki. Raden Tumenggung Aryakusuma Adinoto pada tahun 1943 dipindahkan ke berbek daerah Nganjuk, sehingga jabatan Bupati Trenggalek masa ini lowong. Untuk mengisi kekosongan ini diangkatlah Raden Ngabei Joyopuspo yang pada awalnya menjabat sebagai patih Trenggalek menjadi Bupati Trenggalek dengan Raden Tumenggung Pusponagoro. Tidak selang lama Raden Tumenggung Pusponagoro wafat, sebagai gantinya diangkatlah wedono Tulungagung, Raden Gondokusumo menantu Bupati Tulungagung sebagai Bupati Trenggalek dengan gelar Tumenggung Sumoadiningrat pada tahun 1845 M.

Trenggalek Digabungkan

Sejak tahun 1926 telah diadakan perubahan pemerintahan oleh pihak Belanda. Perubahan ini di Trenggalek dilaksanakan pada tahun 1935, sejak saat ini Trenggalek digabungkan, sebagian daerahnya dimasukkan Kabupaten Tulungagung dan sebagian lainnya dimasukkan Kabupaten Pacitan. Akibatnya hal ini sama dengan pada masa sebelum Kabupaten Trenggalek awal.

Penggabungan ini menyebabkan Trenggalek kurang mendapat perhatian. Dengan demikian keadaan Trenggalek tidak dapat dicatat. Trenggalek pada masa revolusi fisik ditandai dengan masuknya daerah ini kedalam Wilayah Negara Republik Indonesia. Berita masuknya Trenggalekkedalam negara kesatuan Republik Indonesia meskipun secara tidak resmi telah terdengar secara lisan dan tersebar serta didengar oleh seluruh penduduk desa – desa Trenggalek.

Dalam masa ini Trenggalek juga mendapat perhatian dari pembesar pembesar negara antara lain :
Menteri Agama Kyai Haji Masjkur yang didampingi oleh Mr. Sunaryo sebagai sekjen Depag.Datang pula Menteri Dalam Negeri Drs. Susanto Tirtoprodjo,SH serta Menteri Negara dr, Sukiman Wiryosandjojo yang sampai didaerah Trenggalek dengan jalan kaki.

Panglima Besar Jendral Sudirmanpun pernah dua kali mengunjungi Trenggalek. Kunjungannya yang terakhir pada tanggal 24 januari 1949 menuju desa Nglongsor.

Sekitar Konferansi Meja Bundar yang membuahkan Pemerintah Republik Indonesia Serikat imbasnya terasa pula di Trenggalek. Hal ini dapat diketahui dengan adanya serah terima kekuasaan yang dilakukan Mukardi, R. Roestamadji dan Sukarlan dari pihak RI di Trenggalek dengan Mayor Cronn dan Karis Sumadi sebagai wakil pihak Belanda. Dengan demikian selesailah masa penggabungan di Trenggalek yang dipenuhi oleh peristiwa peristiwa duka dan lara. Namun berkat nama Tuhan Yang Maha Esa fajar telah menyingsing dan Trenggalek mengalami masa cemerlang serta masa pembangunan demi tercapainya Keagungan Bangsa dan Negara.

Trenggalek Wibawa

Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 menjunjung seluruh wilayah Indonesia menjadi wilayah yang merdeka dalam kesatuan dan persatuan dengan Negara Republik Indonesia. Secara formal Kabupaten Trenggalek timbul kembali berdasarkan SK. Presiden tahun 1950 Nomor 20 yang ditandai oleh Presiden saat sebagai Presiden RI yang termasuk dalam Negara Republik Indonesia Serikat.

Perjalanan roda sejarah tidak pernah henti akibatnya Trenggalekpun mengalami Pemerintahan Orde Lama dan Trenggalek wibawa dalam pembangunan. Dari Undang – Undang Nomor 20 tahun 1950 dapat diketahui bahwa Trenggalek dinyatakan sebagai Kabupaten yang terdiri dari Kawedanan Trenggalek, Kampak, Karangan dan Panggul. Pada awalnya Notosugito Patih Tulungagung diangkat sebagai Bupati Trenggalek.

Sesudah Notosugito Trenggalek diperintah Oleh R.Lantip sebagai acting Bupati di Trenggalek sejak tanggal 8 Agustus 1950 sampai 27 Desember 1950 yang pada saat itu sudah terbentuk DPRS, untuk pertama kalinya jabatan ketua dipegang oleh R. Oetomo. Semenjak tanggal 27 Desember 1950 Muprapto menduduki kursi Bupati Kabupaten Trenggalek yang berakhir pada tanggal 21 januari 1958. penggantinya R. Abdul Karimdiposastro memerintah sejak tanggal 1 Desember 1958 sampai dengan 1 Juni 1960.

Bupati R. Abdul Karimdiposastro didampingi oleh R. Supangatprawironoto selaku Kepala Daerah Trenggalek. Masa orde lama diakhiri dengan masa pemerintahan Bupati Budikuntjahjo yang diamankan oleh Negara karena tersangkut peristiwa G 30 S/PKI.

Demikianlah beberapa peristiwa yang dapat dicatat dalam masa Orde Lama.Antara tanggal 1 oktober 1945 sampai 31 januari 1967 Kabupaten Trenggalek diperintah oleh Bupati Hardjito yang merupakan perintis Orde Baru didaerah Trenggalek. Pada tahun 1967 Bupati Muladi menggantikan Bupati Hardjito, saying sekali Bupati Muladi hanya memerintah antara tanggal 1 pebruari 1967 sampai 1 oktober 1968.

Semenjak tahun 1967 Trenggalek dipimpin oleh Bupati Sutran yang gigih berusaha memotivitir penduduk Trenggalek agar lebih giat melipat gandakan produksi pertanian

Wasana Kata

Dalam mengikuti peristiwa perjalanan hidup manusia – manusia Trenggalek yang terkait dalam putaran roda sejarah Kabupaten Trenggalek maka kini sampailah pada wasana kata yang akan mengakhiri Kitab Petunjuk Singkat Sejarah Kabupaten Trenggalek ini. Dari hasil penelitian, penelusuran, pengolahan dan penyusunan Kabupaten Trenggalek dapatlah kini disimpulkan bahwa :

1. Trenggalek telah dihuni oleh manusia – manusia purba sebagai nenek moyang sejak jaman Prasejarah.
2. Jaman Prasejarah diakhiri pada tahun 851 caka atau 929 Masehi dengan diketemukannya Prasasti Kampak yang melahirkan Perdikan Kampak. Sebagai anugrah Simaparasima dari Raja Pu Sindok Isyana Tunggadewa sebagai hadiah pada masyarakat Trenggalek.
3. Perdikan Kampak disusul dengan timbul dan memantabnya Perdikan Kamulan yang lahir pada tanggal 31 Agustus 1194 dengan demikian secara yuridis formal Kabupaten Trenggalek lahir pada tanggal 31 Agustus 1194 hari Rabu Kliwon.
4. Keadaan geeografis Trenggalek memiliki beberapa keistimewaan yang tak dimiliki oleh daerah lain, sehingga meelahirkan goresan sejarah yang berbeda pula dengan daerah lain. Akibatnya daerah ini selalu menjadi “terugval basis”. Karena itu tepat sekali bila daerah ini bernama “TRNG GALE” yang kemudian karena perubahan gejala bahasa maka menjadi “TRENGGALEK”.
Dengan demikian patutlah bila terjilma cita cita Trenggalek Wibawa yang tak kenal mundur untuk terus membangun. Hal ini jelas terungkap dalam sirat dan suratan Lambang Trenggalek yang berbunyi : “JWALITA PRAJA KARANA”. Karena itu sebagai doa dan harapan yang mengakhiri Kitab Kecil ini tercetus sasanti : “Jaya Wijayagung Mandraguna Trenggalek Jayati”.

Sejarah Trenggalek dan Pemerintahannya.

Berdasar pada Kitab Babon Sejarah Trenggalek, Kabupaten Trenggalek telah dihuni manusia sejak ribuan tahun yang lalu, yaitu pada jaman pra-sejarah. Hal itu dapat dibuktikan dengan telah ditemukannya artifak-artifak jaman batu besar seperti: Menhir, Mortar, Batu Saji, Batu Dakon, Palinggih Batu, Lumpang Batu dan lain-lain. Benda-benda tersebut tersebar di daerah-daerah yang terpisah yang dimungkinkan di daerah tersebut adalah jalur perjalanan manusia Pemula. Berdasar data tersebut disimpulkan bahwa, perjalanan manusia Pemula berasal dari Pacitan menuju ke Wajak Tulungagung dengan melalui jalur:
• Dari Pacitan menuju Wajak melalui Panggul, Dongko, Pule, Karangan dan menyusuri sungai Ngasinan menuju Wajak Tulungagung.
• Dari Pacitan menuju Wajak melalui Ngerdani, Kampak, Gandusari dan menuju Wajak Tulungagung.
• Dari Pacitan menuju Wajak dengan menyusuri Pantai Selatan Panggul, Munjungan, Prigi, dan akhirnya menuju ke Wajak Tulungagung.
Menurut HR VAN KEERKEREN, Homo Wajakensis (manusia purba wajak) hidup pada masa plestosinatas, sedangkan peninggalan-peninggalan manusia purba Pacitan berkisar antara 8.000 hingga 23.000 tahun yang lalu. Sehingga, disimpulkan bahwa pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek dihuni oleh manusia.

Walaupun banyak ditemukan peninggalan manusia purba, untuk menentukan kapan Kabupaten Trenggalek terbentuk belum cukup kuat karena artifak-artifak tersebut tidak ditemukan tulisan. Baru setelah ditemukannya prasasti Kamsyaka atau tahun 929 Masehi, dapat diketahui bahwa Trenggalek pada masa itu sudah memiliki daerah-daerah yang mendapat hak otonomi / swatantra, diantaranya Perdikan Kampak berbatasan dengan Samudra Indonesia di sebelah Selatan yang pada waktu itu wilayahnya meliputi Panggul, Munjungan dan Prigi. Disamping itu, disinggung pula daerah Dawuhan dimana saat ini daerah Dawuhan tersebut juga termasuk wilayah Kabupaten Trenggalek. Pada jaman itu tulisan juga sudah mulai dikenal.

Setelah ditemukannya Prasasti Kamulan yang dibuat oleh Raja Sri Sarweswara Triwikramataranindita Srengga Lancana Dikwijayatunggadewa atau lebih dikenal dengan sebutan Kertajaya (Raja Kediri) yang juga bertuliskan hari, tanggal, bulan, dan tahun pembuatannya, maka Panitia Penggali Sejarah menyimpulkan bahwa hari, tanggal, bulan, dan tahun pada prasasti tersebut adalah Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.

Sejarah Singkat Pemerintahan

Seperti halnya daerah-daerah lain, di jaman itu Kabupaten Trenggalek juga pernah mengalami perubahan wilayah kerja. Beberapa catatan tentang perubahan tersebut adalah sebagai berikut:
• Dengan adanya Perjanjian Gianti tahun 1755, Kerajaan Mataram terpecah menjadi dua, yaitu Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Wilayah Kabupaten Trenggalek seperti didalam bentuknya yang sekarang ini, kecuali Panggul dan Munjungan, masuk ke dalam wilayah kekuasaan Bupati Ponorogo yang berada di bawah kekuasaan Kasunanan Surakarta. Sedangkan Panggul dan Munjungan masuk wilayah kekuasaan Bupati Pacitan yang berada di bawah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta.
• Pada tahun 1812, dengan berkuasanya Inggris di Pulau Jawa (Periode Raffles 1812-1816) Pacitan (termasuk didalamnya Panggul dan Munjungan) berada di bawah kekuasaan Inggris dan pada tahun 1916 dengan berkuasanya lagi Belanda di Pulau Jawa, Pacitan diserahkan oleh Inggris kepada Belanda termasuk juga Panggul dan Munjungan.
• Pada tahun 1830 setelah selesainya perang Diponegoro, wilayah Kabupaten Trenggalek, tidak termasuk Panggul dan Munjungan, yang semula berada dalam wilayah kekuasaan Bupati ponorogo dan Kasunanan Surakarta masuk di bawah kekuasaan Belanda. Dan, pada jaman itulah Kabupaten Trenggalek termasuk Panggul dan Munjungan memperoleh bentuknya yang nyata sebagai wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten versi Pemerintah Hindia Belanda sampai disaat dihapuskannya pada tahun 1923.
Alasan atau pertimbangan dihapuskannya Kabupaten Trenggalek dari administrasi Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu secara pasti tidak dapat diketahui. Namun diperkirakan mungkin secara ekonomi Trenggalek tidak menguntungkan bagi kepentingan pemerintah kolonial Belanda.
Wilayahnya dipecah menjadi dua bagian, yakni wilayah kerja Pembantu Bupati di Panggul masuk Kabupaten Pacitan dan selebihnya wilayah Pembantu Bupati Trenggalek, Karangan dan Kampak masuk wilayah Kabupaten Tulungagung sampai dengan pertengahan tahun 1950.
Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950, Trenggalek menemukan bentuknya kembali sebagai suatu daerah Kabupaten di dalam Tata Administrasi Pemerintah Republik Indonesia.

Saat yang bersejarah itu tepatnya jatuh pada seorang Pimpinan Pemerintahan (acting Bupati) dan seterusnya berlangsung hingga sekarang. Seorang Bupati pada masa Pemerintahan Hindia Belanda yang terkenal sangat berwibawa dan arif bijaksana adalah MANGOEN NEGORO II yang terkenal dengan sebutan KANJENG JIMAT yang makamnya terletak di Desa Ngulankulon Kecamatan Pogalan.

Menurut bukti administrasi yang ada di Bagian Pemerintahan Kabupaten Trenggalek, nama-nama Bupati yang pernah menjabat di Kabupaten Trenggalek adalah:

• Jaman Trenggalek Awal
1. Sumotruno (menjabat tahun 1793)
2. Djojonagoro (menjabat tahun …)
3. Mangoen Dirono (menjabat tahun …)
4. Mangoen Negoro I (menjabat tahun 1830)
5. Mangoen Negoro II (menjabat tahun … – 1842)
6. Arjokusumo Adinoto (menjabat tahun 1842 – 1843)
7. Puspo Nagoro (menjabat tahun 1843 – 1845)
8. Sumodiningrat (menjabat tahun 1845 – 1850)
9. Mangoen Diredjo (menjabat tahun 1850 – 1894)
10. Widjojo Koesoemo (menjabat tahun 1894 – 1905)
11. Poerba Nagoro (menjabat tahun 1906 – 1932)

• Jaman Trenggalek Manunggal. Dengan manunggalnya kembali wilayah Pembantu Bupati di Panggul dengan wilayah Pembantu Bupati di Trenggalek, Karangan dan Kampak, maka pada jaman itu Trenggalek merupakan daerah Administrasi dalam arti mempunyai wilayah kekuasaan sendiri dan tidak bergabung dengan daerah Kabupaten lainnya. Adapun Bupati yang pernah menjabat pada masa itu hingga sekarang adalah:
1. Noto Soegito (menjabat tahun 1950)
2. R. Latif (menjabat tahun 1950)
3. Muprapto (menjabat tahun 1950 – 1958)
4. Abdul Karim Dipo Sastro (menjabat tahun 1958 – 1960)
5. Soetomo Boedi K. (menjabat tahun 1965)
6. Hardjito (menjabat tahun 1965 – 1967)
7. Muladi (menjabat tahun 1967 – 1968)
8. Soetran (menjabat tahun 1968 – 1974)
9. Much. Poernanto (menjabat tahun 1974 – 1975)
10. Soedarso (menjabat tahun 1975 – 1985)
11. Haroen Al Rasyid (menjabat tahun 1985 – 1990)
12. Drs. H. Slamet (menjabat tahun 1990 – 1995)
13. Drs. H. Ernomo (menjabat tahun 1995 – 2000)
14. Ir. Mulyadi WR (menjabat tahun 2000 – 2005)
15. Soeharto (menjabat tahun 2005 – 2010)
16. Ir. Mulyadi WR (menjabat tahun 2010 – sekarang)



Senin, 29 Juli 2013

Artikel Dr Stephen Carr Leon, "Mengapa Yahudi Pintar?"


Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana . Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California , terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?” Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?” Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel , penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.

Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California , dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.


Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fa...kultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayang...kan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia . Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.


Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia ,” katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! ...Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”

(zan)

Minggu, 30 Juni 2013

TRENGGALEK : CANTIKNYA JEMBATAN DI ATAS HUTAN MANGROVE PANCER CENGKRONG

Jembatan di atas Hutan Mangrove Pancer Cengkrong

Kini, masyarakat desa Karanggandu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur patut bangga, khususnya para pengurus POKMASWAS KEJUNG SAMODRA, karena kawasan hutan Mangrove di Pancer cengkrong sudah dibangun jembatan layang sebagai wahana wisata. Jembatan yang diimpikan oleh POKMASWAS KEJUNG SAMODRA tersebut sudah selesai dibangun dan sekarang tinggal menunggu peresmian dari pemerintah setempat. Terwujudnya jembatan di hutan mangrove Pancer Cengkrong desa Karanggandu tidak lepas dari kerja keras ketua POKMASWAS KEJUNG SAMODRA, Imam Syaifudin. Dia telah berjuang keras untuk menjaga dan melestarikan hutan mangrove di Pancer Cengkrong desa Karanggandu dengan seluruh anggotanya. Atas keberhasilannya, maka para wisatawan yang berkunjung ke kawasan hutan mangrove sudah sepantasnya menyempatkan mampir ke pos POKMASWAS KEJUNG SAMODRA.

Bagi para wisatawan yang biasanya datang ke pantai Prigi, sudah sewajarnya jika berkenan mampir ke kawasan hutan mangrove Pancer Cengkrong. Karena selain untuk berekreasi, kawasan ini juga patut dijadikan wisata pendidikan lingkungan hidup untuk seluruh wisatawan. Karena hutan mangrove adalah hutan yang memberi banyak manfaat bagi kehidupan ekosistem di dalamnya dan bagi masyarakat serta dunia. Anda bisa mengajarkan anak - anak Anda dan keluarga Anda untuk menyayangi lingkungan, sebagaimana Imam Syaifudin dan anggota POKMASWAS KEJUNG SAMODRA lainnya menyayangi hutan mangrove.


Rabu (8/5), POKMASWAS (Kelompok Masyarakat Pengawas) Kejung Samodra kedatangan banyak tamu. Mereka adalah 316 siswa SMU 6 Surabaya. Rombongan untuk melakukan berbagai pelatihan antara lain, pengolahan sirup mangrove, penyemaian dan penanaman mangrove. Para siswa belajar selama dua jam. Namun waktu dua jam tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh siswa, sehingga mereka dapat menangkap seluruh pengarahan dari para anggota POKMASWAS dengan baik pula.

Para anggota POKMASWAS memberikan pengarahan kepada seluruh siswa yang datang dengan ramah dan sabar. Di tempat penyemaian mereka didampingi dua anggota POKMASWAS Kejung Samudra yang memberi pengarahan tentang penyemaian bibit mangrove. Di lokasi penanaman mereka juga didampingi dua orang anggota POKMASWAS Kejung Samudra. Demikian juga ditempat pengolahan mereka juga didampingi oleh dua orang perempuan anggota POKMASWAS Kejung Samudra yang memiliki keahlian mengolah sirup Mangrove.

Santi, salah seorang siswa yang sedang mengikuti pelatihan mengolah sirup mangrove mengaku sangat terkesan dan senang dengan apa yang dilakukan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam POKMASWAS. Dia baru pertama kali mengikuti kegiatan semacam ini. “Dengan peralatan sederhana ibu-ibu itu mahir membuat sirup mangrove”, demikian ungkapnya. (berita lain klik di sini)


Sabtu, 29 Juni 2013

HANI 2013 : BNNK Trenggalek feat. Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek


Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek bersama BNNK Trenggalek memperingati HANI atau Hari Anti Narkotika Internasional (26/06/2013) dengan melakukan aksi pembagian brosur tentang bahaya narkoba bagi pengguna jalan di seputar prempatan lampu merah Kecamatan Durenan. Aksi ini diharapkan dapat secara langsung mengingatkan masyarakat akan bahaya penyalahgunaan Narkoba. Sebuah peringatan sederhana, namun diharapakan dapat memberikan inspirasi untuk menyadarkan manusia sedunia untuk membangun solidaritas, untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan dan penggedaran narkoba. Sesuai Tema HANI 2013, GLOBAL ACTION FOR HEALTHY COMMUNITIES WITHOUT DRUGS, kami BNNK Trenggalek siap mendukung aksi global untuk mewujudkan Masyarakat sehat tanpa Narkoba.



Dokumentasi/Narasi : BNN Kabupaten Trenggalek
(Admin/Zan)

Sabtu, 08 Juni 2013

Que Sera Sera

Selama ini masih sering mengeluh? Merasa hanya satu - satunya orang yang memiliki cobaan hidup terberat? Atau merasa begitu putus asa ketika mengalami kegagalan?

Que Sera Sera, ketika search di Google artinya adalah Whatever Will be, Will be. Lyricnya, mungkin bisa dijadikan refleksi diri. Yuk, tonton video berikut! (zan)


Download MP3 di sini

Jumat, 07 Juni 2013

Duta Wisata menjadi Motor Penggerak Masyarakat Sadar Wisata dengan Sapta Pesona Pariwisata

Paguyuban bersama Ibu Puji, manajer Carribean Waterpark Trenggalek
Pemilihan duta wisata adalah sebuah acara tahunan yang bergengsi dan ditunggu-tunggu oleh para generasi muda khususnya. Pemilihan dan penganugerahan Duta Wisata ini diikuti oleh generasi muda yang memiliki perhatian dan kemauan dalam bidang kepariwisataan.

Apa tujuan diadakan kompetisi Pemilihan Duta Wisata?
Tujuan dari kompetisi ini  adalah untuk menarik minat remaja khususnya untuk peduli terhadap daerahnya, khususnya peduli terhadap potensi wisata yang ada di daerahnya. Selain itu, kompetisi ini bisa untuk mengasah intelektual sekaligus media promosi pariwisata.

Nah, Kabupaten Trenggalek sendiri merupakan salah satu daerah yang berpotensi di sektor pariwisata. Dengan prinsip Sapta Pesona, yaitu Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah Tamah dan Kenangan, pariwisata di Kab. Trenggalek memiliki eksotika pariwisata yang tak kalah menarik dengan pariwisata di daerah lain.


Duta Wisata bukan suatu prestis yang hanya sekedar nama belaka, melalui kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan insan pemuda/pemudi yang berkualitas, berprestasi dan berpotensi dan menjadi icon Trenggalek yang sadar wisata.

Duta Wisata menjadi motor penggerak masyarakat sadar wisata dengan Sapta Pesona Pariwisata (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan) yang bertugas mempromosikan wisata di Trenggalek sehingga mampu menarik wisatawan berkunjung ke Trenggalek. Namun, jangan lewatkan siapa penggerak pariwisata sesungguhnya! Pariwisata adalah bisnis majemuk dan gotong royong, bagaimana tidak? Banyak sektor usaha dari masyarakat yang terlibat dalam bisnis ini. Mulai dari wisatawan yang datang dari bandara, terminal bus, stasiun sampai pelabuhan. Perjalanan menuju penginapan yang melibatkan sektor transportasi seperti taksi atau kendaraan umum lain. Setibanya di penginapan, menuju ke lokasi wisata hingga pulang kembali ke daerah asal tentu saja membawa oleh - oleh atau jajanan khas dari lokasi yang baru saja dikunjungi, tentunya sektor badan usaha makanan khas daerah juga terlibat dan masih banyak sektor lainnya yang terlibat. Tentu saja masyarakat sendiri adalah penggerak pariwisata yang sesungguhnya. 

Pariwisata tidak sekedar menjadi obyek yang memiliki magnet para wisatawan lokal atau interlokal untuk datang berkunjung, tetapi juga mengenai pemberdayaan masyarakat sekitar di sekitar lokasi wisata untuk sadar wisata dan ikut berpartisi aktif. Jika ini berjalan selaras, obyek wisata tidak sekedar ramai pengunjung tetapi juga bisa menopang perekonomian dan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. (zan)

*******

Untuk pemuda - pemudi Trenggalek, tunjukkan kalian juga bisa. Jadilah Pemuda Pemudi Trenggalek yang Berprestasi dan Membanggakan di Kota Kripik Tempe. Jadilah Raja di tanahmu sendiri, sebelum menjadi Raja di tanah orang lain!

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mari bergabung bersama Kami, ikuti pemilihan Duta Wisata Kakang Mbakyu Trenggalek 2013. Tunggu informasi selanjutnya! Ikuti update info dari Kami.
Siapkan dirimu menjadi salah satu pemuda/pemudi Trenggalek yang berprestasi dan berpotensi.

Salam, ADA BISA LUAR BIASA! 

---------------------------------------------------------------------------------------------
Dokumentasi : Kraton Art Photograph
Lokasi : Carribean Waterpark
Model : Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek

“Carribean Waterpark, Lebih dari Sekedar Wisata”


Sektor wisata bukan sekedar hiburan semata, peran sektor Pariwisata sebagai Penopang Perekonomian masyarakat tampaknya bukan sekedar omong kosong belaka. Kabupaten Trenggalek yang terkenal dengan icon pariwisata Pantai Prigi, kini memiliki satu icon wisata baru, Carribean Waterpark.
Ya, konsep wahana wisata bermain air yang modern dilengkapi dengan Resort Hotel dan Fashion Outlet semakin memanjakan para wisatawan yang berkunjung di tempat ini.
Wahana wisata bermain air yang resmi dibuka tanggal 16 Mei 2013 lalu disambut gembira oleh masyarakat, khususnya di Trenggalek.

Kami sekeluarga senang dengan adanya waterpark di Trenggalek. Ya, ini adalah solusi cerdas dan hemat untuk rekreasi. Kalau dihitung untuk ke luar kota, perjalanannya saja tidak murah, belum lagi memakan waktu lama dan menguras tenaga. Tapi, di sini lokasi dan harga tiket terjangkau dan ekonomis”, cerita salah satu pengunjung Carribean Waterpark.

Carribean Waterpark, lebih dari sekedar wisata. Keberadaannya yang terbilang baru memberi peluang baru pula. Imbasnya dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

“Sebagai tempat wisata yang tujuannya untuk rekreasi, sektor wisata ini juga bisa memberi peluang kerja untuk masyarakat Trenggalek. Total pekerja di Resort Hotel, Waterpark dan Fashion Outlet ± 200 orang dan kemungkinan masih bisa bertambah lagi. Ya, cari kerja itu sulit tapi dengan adanya sektor ini diharapkan juga membantu masyarakat yang membutuhkan”, ungkap Ibu Puji, manajer Waterpark saat diwawancarai di tempat kerjanya.


Selain itu, menjamurnya rumah makan, tempat jajanan khas daerah hingga kegiatan perekonomian lainnya marak di sekitar wahana. Hadirnya satu sektor wisata di tempat ini membuka peluang perekonomian baru bagi masyarakat sekitar.(zan)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mari bergabung bersama Kami, ikuti pemilihan Duta Wisata Kakang Mbakyu Trenggalek 2013. Tunggu informasi selanjutnya! Siapkan dirimu menjadi salah satu pemuda/pemudi Trenggalek yang berpotensi.
Salam ADA BISA LUAR BIASA!
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dokumentasi : Kraton Art Photograph
Lokasi : Carribean Waterpark Trenggalek

Model : Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek

Jumat, 31 Mei 2013

BARU : CARRIBEAN WATERPARK TRENGGALEK

Carribean Waterpark - Trenggalek



Kabar gembira... kabar gembira... #pukulkentongankayu

Hallo warga Trenggalek dan pecinta travelling Nusantara.....
Kabar baru dari Kab. Trenggalek.

Beberapa waktu lalu, admin sudah memberikan ulasan singkat mengenai eksotika pariwisata alam di Kabupaten Trenggalek dan setelah cetar membahana dengan eksotika alamnya, kini Kab. Trenggalek memiliki satu lagi destinasi wisata baru. Tempat wisata yang kini hangat dibicarakan adalah CARRIBEAN WATERPARK (Ja'as Bukit Permai) yang tepat berada di alamat Jln. Mayjen Sungkono No. 1 Trenggalek. Nggak terlalu jauh kok sama jantung kota.

Harga tiket masuknya berapa min?
Sabar, ini mau ditulis ^^

Untuk harga tiket masuk dijamin murah meriah dan merakyat dehh. Cukup merogoh kocek Rp 5.000,- (untuk hari Senin-Jum'at) atau Rp 10.000,- (untuk hari Sabtu-Minggu) kamu semua bisa menikmati berrrrrrbagai fasilitas hiburan di destinasi ini. Terjangkau banget kan?????

Ada apa aja min di sana? Fasilitasnya apa aja sih?
Tenang... tenang... mau diketik panjang nih.

Bukit Ja'as Permai - Hotel, Waterpark dan Factory Outlet
- Waterpark, terdapat kolam renang yang luas dan berrrbagai fasilitas untuk sarana bermain. Cocok untuk liburan keluarga atau memanjakan anak-anak. Buat kalangan remaja, cocok juga untuk sarana santai bersama orang-orang tercinta.
- Fashion Outlet, menyajikan berrrrrbagai koleksi fashion untuk wanita dan pria dengan harga meriah dan kualitas istimewa. Semua koleksi fashion di sana bisa kalian koleksi dan menjadikan performance kalian semakin chic and trendy.
- Resort Hotel, harga kamar mulai Rp 45.000,- (Room STANDARD, transit)
Room rate :
STANDARD (Rp 120.000), fasilitas : Fan, LCD TV, Springbed, Private bathroom, Complimentary Mineral Water, Welcome drink (Tea/Coffee)
DELUXE (Rp 175.000), fasilitas : Air conditioner, LCD TV, 1 Springbed, Private bathroom with Hot Water, Complimentary Mineral water, Welcome drink (Tea/Coffee)
EXECUTIVE (Rp 295.000), fasilitas : Air conditioner, LCD TV, 2 Springbed, Private bathroom with Hot Water, Complimentary Mineral water, Welcome drink (Fruit juice/Tea/Coffee)
ROYAL SUITE (Rp 400.000), fasilitas : Air conditioner, LCD TV, 2 Springbed, Private bathroom with Hot Water, Complimentary Mineral water, Welcome drink (Fruit Juice/Tea/Coffee)

Ayo berkunjung ke Carribean Waterpark Trenggalek, buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 17.00 WIB ^^

*Share*

Senin, 18 Maret 2013

Sukses : Seminar dan Motivasi Pendidikan 2013




Kemarin (17/3) acara Seminar Pendidikan dan Motivasi 2013 sukses digelar. Partisipasi 450 peserta membuat riuh suasana di Hall Majapahit sebagai pilihan tempat pelaksanaan acara. Selain itu, hadir Wahyu Taufiq, S. Pd., M. Ed. dan M. Amar Khoerul Umam sebagai pembicara - pembicara handal yang turut membuat renyah suasana seminar dengan berbagai informasi dan motivasi untuk seluruh peserta seminar waktu itu.

"Seminar kali ini, nggak perlu bawa bantal deh. Pematerinya cukup kocak, santai tapi tetep serius! Bagus motivasinya" ungkap salah satu peserta seminar.

Kegiatan istimewa yang dimulai pukul 07.00 WIB ini melibatkan Paguyuban Kakang Mbakyu sebagai dalang pagelaran, dan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat serta beberapa sponsor yang sangat membantu kemeriahan acara ini. (zan)

Selasa, 05 Maret 2013

TRENGGALEK : PAMERAN PUSAKA 2013



Semangatku bersama PUSAKA mencintai karya luhur anak Bangsa tak akan pernah padam.....kan kucari generasi-generasi muda untuk meneruskan Budaya Indonesia ini. (Langit Pitu 2001 - sekarang, PUSAKA 2010 - sekarang)

Begitulah penyemangat bagi Paguyuban Aura Pusaka ( PUSAKA ) yang didirikan pada bulan April 2010 sebagai wadah silaturahmi "netral", sharing antar pecinta keris dan Tosan Aji oleh K.R.A. Bekti Harry Suwinto Adinagoro,SH,M.Pd.

Memiliki misi, "Melestarikan budaya Jawa, khususnya Tosan Aji", Paguyuban Aura Pusaka  memang sebuah Paguyuban yang semestinya "ngguyubi", memberi rasa nyaman antar sesama anggota. Saling mengisi bila ada kekurangan pemikiran. Saling koreksi bila ada yang kurang benar.

Pameran PUSAKA 2013 yang akan dihelat kali ini akan memanjakan seluruh pecinta Pusaka baik masyarakat daerah setempat atau luar daerah. Acara akbar yang melibatkan peserta dari seluruh Indonesia ini dipelopori oleh Paguyuban Aura Pusaka dan akan diadakan pada tanggal 4,5,6 April 2013 di Pendopo  Kabupaten Trenggalek. Selain itu, acara istimewa ini akan dibuka oleh GUSTI PANGERAN PUGER dari keraton Solo Hadiningrat.

Khususnya bagi masyarakat Trenggalek yang ingin menyaksikan beraneka ragam pusaka dari berbagai daerah, susunan acara sudah dapat diakses (silahkan klik di sini). Bagi Anda yang berminat mengikuti acara pameran ini, segera daftarkan diri atau Paguyuban Anda melalui : Facebook (klik di sini) atau melalui e-mail (langitpitu@yahoo.co.id dan langitpitu.harry@gmail.com ), nomor HP (08125981792) maupun konfirmasi langsung di Sekretariat PUSAKA : Jln.HOS.Cokroaminoto 13 Trenggalek 66316 Jawa Timur-Indonesia.

"Kami persembahkan untuk Trenggalek Tercinta. Sebuah Pusaka yang berwujud Keris dengan material bahan 50% dari bumi Trenggalek dan 50% dari bahan tambahan (Pamor, nikel, dsb). Dibuat oleh tangan-tangan Empu PUSAKA (Paguyuban Aura Pusaka) dari Madura hingga Trenggalek. Saksikan Keangkerannya, Keganasannya yang siap "mengamankan" Kabupaten Trenggalek! Saksikan di Pameran 2013 Pusaka.....SEGERA!" (Sumber : Bekti Harry)

Sebuah Persembahan dari PUSAKA ( Paguyuban Aura Pusaka ) menandai bertambahnya umur,khususnya untuk Kabupaten Trenggalek dan umumnya untuk Penikmat Pusaka Tosan Aji....Ikuti dan Saksikan Pameran 2013 Pusaka dan Perkenalan hasil karya Keris KK.Gajah Putih, Keris ini merupakan MASCOT kota Trenggalek yang melambangkan GAJAH PUTIH, BUAYA dan semua legenda DAM BAGONG. Luk 14 MENANDAKAN 14 KECAMATAN yg ada dikota TRENGGALEK. Pameran Pusaka 2013 dilaksanakan pada tanggal 5 - 7 April 2013 di Pendapa Kabupaten Trenggalek. GRATIS!

Bagi Anda yang belum bergabung di PUSAKA, mari segera bergabung! Bebas bagi WNI dan WNA, asal cinta Budaya Indonesia, khususnya Pusaka! (zan)

Paguyuban Aura Pusaka ( PUSAKA )
AKTA NOTARIS NO.23/2013
PENGADILAN NEGERI NO.04/PA.Lbg/BH/2013/PN.TL
NPWP : 31.674.740.1-629.000
SIUP : 036/13-14/SIUP-K/II/2013
Sekretariat :
JL. HOS. COKROAMINOTO 13 TRENGGALEK 66316 JAWA TIMUR. TELP. (0355) 791612 & 08125981792

Sumber : Sumarwoto, Ketua Panitia 
 

Blogger news

Blogroll

About